Salah satu kewajiban
yang terapat pada Pasal 8 Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2007 Tentang Waralaba adalah melakukan
program pemasaran secara terpusat merupakan
salah satu kekuatan sistem waralaba. Mengumpulkan pendanaaan dari
Penerima Waralaba (franchisee) dalam sebuah sistem dapat menciptakan kekuatan
pemasaran yang besar dan kuat. Dana yang dikumpulkan Pemberi Waralaba
(franchisor) dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan
oleh franchisee sendiri. Sebagai contoh, franchisee Mc Donald di Indonesia
tidak perlu mengeluarkan biaya untuk beriklan di Piala Dunia 2010. Namun,
mereka dapat menikmati iklan yang dilakukan oleh Mc Donald pusat.
Hal ini membuat
franchisee tak perlu khawatir dengan masalah periklanan, karena franchisor yang
baik akan membuat materi iklan dengan bantuan pihak pakar iklan profesional
yang membuat iklan lebih sempurna dibandingkan jika dibuat oleh franchisee
sendiri.
Keuntungan itu tentu
membuat anda yang ingin membeli sebuah waralaba tetapi tidak ingin dipusingkan
dengan sistem pemasaran yang rumit. Tetapi, Anda tak bisa sembarangan memilih
program pemasaran sebuah waralaba. Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan.
1.
Mendatangkan pelanggan
Pertama kali yang
harus ditanyakan adalah dana pemasaran akan membawa pelanggan datang ke outlet
penjualan produk sehingga membuat usaha sukses. Jika jawabannya ya, maka
konflik dapat ditekan sampai ke tingkat minimum. Jika tidak, bakal terjadi
hal-hal yang tidak Anda inginkan.
2. Apakah Anda
dilibatkan?
Program pemasaran
waralaba pada umumnya memberi kesempatan substansial kepada para franchisee
menyampaikan opini untuk ditampung. Wewenang keputusan akhir memang normalnya
ada pada franchisor. Karena masukan yang paling dekat kepada pelanggan yakni
para terwaralaba. Tentu, pendapat Anda harus ditampung.
3. Terdokumentasi
dengan baik.
Sistem pemasaran
waralaba yang dirumuskan dengan baik dan telah teruji pasti didokumentasikan
secara teliti. Meski sebagai franchisee Anda mungkin tak diberikan keseluruhan
dokumentasi pemasaran internal, Anda setidaknya mendapatkan daftar isi manual
pemasaran. Hal ini akan memberi gambaran mengenai strategi yang akan
disampaikan dalam progam pelatihan yang akan diikuti franchisee.
4. Teliti
Cara paling pasti
untuk mencari tahu seberapa bagus program pemasaran sebuah perusahaan waralaba
adalah dengan langsung. Mereka pasti sangat siap menjawab karena tak banyak hal
yang mereka pikirkan kecuali tentang progam pemasaran. (/dari berbagai sumber)
Adanya kewajiban
melakukan program pemasaran secara terpusat merupakan salah satu kekuatan
sistem waralaba. Dengan mengumpulkan pendanaan dari para terwaralaba (mitra)
dalam sebuah sistem, tercipta kekuatan pemasaran yang lebih besar secara
kolektif. Dana yang terpusat ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan hal-hal
yang tak mungkin dilakukan oleh mitra sendirian, semisal melakukan kampanye
pemasaran melalui iklan di televisi. Sebagai contoh, mitra Mc Donald di
Indonesia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk beriklan di Piala Dunia 2010.
Namun, mereka dapat menikmati iklan yang dilakukan oleh Mc Donald pusat.
Selain itu, mitra tak
perlu khawatir dengan masalah periklanan. Sebab, pemilik waralaba yang baik akan
menyewa pakar profesional untuk menciptakan materi iklan yang lebih sempurna
dibandingkan yang bisa dibuat oleh terwaralaba sendiri.
Keuntungan tersebut
tentu akan memudahkan Anda yang ingin berinvestasi namun tidak ingin
dipusingkan dengan sistem pemasaran yang rumit. Namun, Anda tak bisa
sembarangan memilih program pemasaran sebuah waralaba. Berikut ini adalah
hal-hal yang harus Anda perhatikan.
1. Mendatangkan
pelanggan
Pertanyaan pertama
yang harus ditanyakan adalah apakah dana pemasaran dimaksud akan membawa
pelanggan datang ke outlet penjualan produk sehingga membuat usaha sukses. Jika
jawabannya ya, maka konflik dapat ditekan sampai ke tingkat minimum. Jika
tidak, bakal terjadi hal-hal yang tidak Anda inginkan.
2. Apakah Anda
dilibatkan?
Program pemasaran
waralaba pada umumnya memberi kesempatan substansial kepada para terwaralaba
menyampaikan opini untuk ditampung. Wewenang keputusan akhir memang normalnya
ada pada pemilik pewaralaba. Karena masukan yang paling dekat kepada pelanggan
yakni para terwaralaba. Tentu, pendapat Anda harus ditampung.
3. Terdokumentasi
dengan baik
Sistem pemasaran
waralaba yang dirumuskan dengan baik dan telah teruji pasti didokumentasikan
secara teliti. Meski sebagai terwaralaba Anda mungkin tak diberikan keseluruhan
dokumentasi pemasaran internal, Anda setidaknya mendapatkan daftar isi manual
pemasarana. Hal ini akan memberi gambaran mengenai strategi yang akan
disampaikan dalam progam pelatihan yang akan diikuti terwaralaba.
4. Teliti
Cara paling pasti
untuk mencari tahu seberapa bagus program pemasaran sebuah perusahaan waralaba
adalah dengan langsung. Mereka pasti sangat siap menjawab karena tak banyak hal
yang mereka pikirkan kecuali tentang progam pemasaran.
(Materi waralaba/dari
berbagai sumber)
waralaba
pemasaran
sepak terjang dan
permasalahan perusahaan kfc
waralaba adalah
pemasaran terpusat
peraturan sosial
Mcdonald di indonesia
strategi pemasaran mc
donald di indonesia
sistem pemasaran di
indonesia
peraturan royalty fee
indonesia
peraturan pemerintah
tentang marketing
permasalahan FRANCHISE
permasalahan mcd tahun
2007
sepak terjang dan
permasalahan perusahaan mcdonald
apa yang dapat
ditanyakan dalam materi pemasaran
sistem waralaba pada
mcdonalds
strategi pemasaran
mcdonald di indonesia
strategi pemasaran
mcdonalds indonesia tahun 2007
sumber dana membuat
mcd
syarat franchise
mcdonald
waralaba dan pemasaran
langsung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar